Wednesday, August 19, 2009

siapa takut?


Pertanyaan itu sudah beberapa kali ‘nyerocos dari mulut Jeremy di minggu2 terakhir ini, secara kami terakhir kesana bulau May lalu sewaktu Akiko datang.

Ya sudah lah, berhubung juga ada sesuatu ‘hal penting dan mendesak yang perlu diklarifkasi, ya sudah aku sama anak2 buru2 neh ke Bintan. Seperti biasa excuse lagi dari sekolah jam 3sore, soalnya ferry terakhir jam 4.30 sore, takut ga keburu mana belon siap2 in bawaan ke Bintan lagi. Syukur kita maseh sempat dapat last ferry, nyampe disana udah dijemput hubby truss langsung menuju hotel. Langsung kasih makan malam anak2 dulu baru menuju kamar hubby.
Malemnya Jeremy pengen nonton show, ya sudah kita turun lagi jam 8.30 malam ke Theater, eh shownya baru mulai Jeremy ketiduran. Gimana seh ‘bang emi ini yaak! Syukurnya hubby datang nyamperin sekalian mau ngajak makan malam, ya sudahlah kita ke resto dulu, barui balik ke kamar, istirahat!

Besoknya, setelah brekkie, seperti biasa Jeremy udah sibuk bawa maenannya untuk maen pasir ke pantai. Ya sudah, Jayden juga ga kalah exciting, heboh berlarian kesana – kemari. Hahaha...
Kelar maen, balik lagi ke kamar, mandi lagi truss bobo dulu. Jam 2 –an baru menuju resto buat makan siang. Kelar makan, maen lagi sama anak2. Truss balik ke kamar pas hubby udah pulang kerja. Lanjut lagi sekarang anak2 yang amen sama daddynya sampai waktunya daddy turun buat gawe lagi.
















Hari Minggu pagi, setelah brekki, kali ini Jeremy minta maen golf, yang lucu Jayden dong, awal pertama Jayden duduk tenang di stroller liatin abangnya maen tapi lama2 Jayden mulai ‘ga genah, minta turun. Begitu aku turunkan dari stroller langsung deh sibuk pengen ikutan maen golf juga. Truss jailnya Jayden neh, begitu abangnya udah mau mukul bola ke satu ‘hole tertentu, eh Jayden langsung ambil tongkat benderanya dunk truss dibawa lari sama dia. Hahaha...



Kita pulang ke Batam ambil 2nd ferry, jam 2.30 siang biar Jeremy ‘ga terlalu capek buat ke sekolah keesokan harinya. Begitulah.....

lanjutkan...!

Aku sama hubby dapat bernafas lega karena Jeremy udah mulai bisa adapt dengan situasi yang baru sejak masuk sekolah. kami akui hampir di 2 minggu pertama berat banget untuk menghadapi sikapnya yang terkadang ogah2 an untuk berangkat sekolah, apalagi sempat beberapa hari Jeremy harus bareng pulang dengan saya dari sekolah jam 4.15 sore, artinya Jeremy mesti nunggu satu jam lebih 15 menit karena bubaran sekolah jam 3 sore. Sempat berasa bersalah banget seh, truss akhirnya kita rembukan lagi sama hubby dan manage orang yang emang kita percayai untuk jemput Jeremy pulang sekolah, lebih awal dari aku! Nah, sejak saat itu, berasa banget perubahan Jeremy ' in a postive way'. Mau berangkat dan pulang sekolah bawaannya udah mulai ceria. Apalagi klu sudah ketemu hari Jumat, asli Jeremy happy banget karena hari tu semua akan pakai baju kaos warna houses masing2, truss pagi2 khusus anak TK akan melakukan senam ceria, truss di jam terakhir nanti grup2 houses akan melakukan kegiatan bersama2, khusus di hari Jumat juga anak2 pulangnya jam 2 siang.

Truss minggu lalu, aku sama hubby sempat manage ngomong sama homeroom dan co-teachernya Jeremy, untuk mendiskusikan progress nya Jeremy so far, dan thank's GOD, reviewnya baik banget. hal mendasar yang sempat kami khatirkan adalah bagaimana proses sosialisasi Jeremy di kelas dengan teman2 nya. berangkat dari latar belakang Jeremy yang selama ini lebih suka bermain di rumah sama adeknya ajah, truss yang selama ini Jeremy juga menjadi 'central perhatian' seisi rumah dan sekarang dia harus berbagi dengan orang2 yang selama ini tidak dia kenal di sekolah. Bagaimanapun juga pasti ada rasa penolakan atau tidak nyaman di hatinya. Hal2 ini lah yang sempat mengganggu pikiran aku sama hubby tapi syukurlah gurunya meyakinkan kami kalau so far Jeremy dapat berinteraksi dengan baik di kelasnya. dan somehow, lately Jeremy started to mentioned few names of his close friends.

Mudah2 kedepannya juga makin baik buat Jeremy, untuk saat ini kami belum terlalu mementingkan nilai akademiknya, toh untuk saat ini anak2 lebih diajak belajar sambil bermain. Dalam mereka melakukan satu permaian toh muatan2 konsep pembelajarannya sudah dimasukkan. Nilai di kertas tidaklah segalanya, kami lebih menyukai bagaimana proses pembelajaran itu terjadi buat Jeremy.

Good job abang Emi! lmmmuuuaaaacccchhhhh....